Belajar Matematika, Tak Sekedar Didengar.
Nasehat sederhana untuk kalian,murid muridku tercinta
Tanpa bermaksud mendiskriminasikan mata pelajaran lain, tulisan ini ibu buat untuk kalian baca.
Jadilah pendengar yang baik…kalimat itu mungkin sering kalian dengar ya? Berbicara dengan pendengar yang baik adalah sangat menyenangkan. Semua orang ingin didengarkan kata katanya. Tapi tidak demikian ketika kalian ada di kelas matematika.
Anak anak, ketika kalian memasuki kelas dan masuk jam pelajaran matematika, tentunya sudah ada itikad bulat bahwa pada hari itu harus ada yang dapat kalian bawa ke rumah. Ada ilmu yang harus kalian peroleh dari ibu.
Memandang ke depan, duduk manis, dengan alat tulis dan buku di atas meja, itu adalah syarat utama/mendasar belajar dengan ibu. Matematika tidak bisa cukup didengar, tak bisa hanya dilihat, atau tak cukup hanya menyalin saja! Kalian harus memadukan KETIGA-nya.
Pernahkah ibu menjelaskan materi dengan cukup duduk di kursi guru? belum pernah bukan? yup, ibu juga tak akan dapat menyampaikan sesuatu tentang matematika hanya dengan duduk. Ibu harus berdiri memegang kapur…! bicara dengan penggaris dan busur ditangan, atau menjelaskan dengan alat peraga!
Nah, kalian pun sama.Memadukan tiga hal, melihat, mendengar dan mencatat! Jadi ibu tak mau kamu hanya jadi pendengar yang baik, yang mendengarkan semua perkataan ibu dengan menunduk..tapi ibu ingin kalian mendengarkan perkataan ibu, melihat apa yang ibu tulis, dan mencatat semua hal dianggap penting.
Anak anak, tak ada yang lebih membanggakan ibu, kecuali kalian mengerti, memahami, dan menyukai matematika…



