My Reflection

February 11, 2008

Solusi Memanage Budget

Filed under: Mirror

Pasar Recok; Sebuah Solusi

potret pasar

Letaknya menyebar di tiap pelosok gang. Butuh waktu 20 menit jalan kaki menuju kesana. Ada lebih kurang 1,5 km arah utara kompleks rumahku…

Entah sejak kapan awal berdirinya. Yang aku tahu, sejak kepindahanku ke sini, 12 tahun yang lalu, pasar ini belum ada.Tempatnya sungguh tak beraturan, tidak seperti umumnya pasar, pedagang yang berjualan hanya memanfaatkan badan jalan. Bayangkan, lebar jalan yang hanya kurang dari 2 meter, setengahnya digunakan untuk menyimpan gerobak. Jika ada pembeli didepannya, maka sisa lebar jalan itu tinggal setengah meteran, dan itu digunakan untuk lalu lalang orang berjalan, dua arah pula. Parahnya, yang lalu lalang itu kebanyakan ibu ibu yang bobotnya rata rata 60 kg, kelas berat! Belum lagi kalau mereka membawa anak atau cucu…..wah!!!

Istilah pasar recok entah siapa yang memulainya, mungkin agak asing terdengar, padahal pasar itu istilahnya sama saja dengan pasar tumpah atau pasar pagi. Disebut recok mungkin karena pembelinya kebanyakan ibu-ibu yang rarecok ( berisik ).

Yang dijual di sana pada mulanya hanya sebatas sayur-sayuran, ikan, dan buah-buahan. Itu pun dengan jenis yang amat terbatas. Tapi kini, seiring dengan meningkatnya pembeli, jenis barang yang dijual beraneka ragam, sangat lengkap! sayur-sayuran, buah-buahan import, kaset-kaset, vcd, baju, sepatu, sandal dan lain-lain.Ketika harga-harga melambung tinggi, tentu saja ibu-ibu yang cerdas harus pandai-pandai mengatur keuangan. Uang belanja yang besarannya tidak naik harus menyesuaikan dengan harga-harga yang naik, ini harusnya berbanding lurus.

Pasar recok mungkin bisa jadi jalan keluar, pasar ini menawarkan harga miring dengan kualitas yang tetap terjamin. Jadi jangan salah, pasar recok kini bukan lagi milik rakyat biasa, bukan lagi milik ibu-ibu rumahtangga biasa, tapi sudah jadi milik ibu-ibu borju , ibu- ibu yang turun dari mobil mewahnya. Di hampir setiap Sabtu dan Minggu, di pasar recok, banyak mobil-mobil yang diparkir, mendampingi motor dan sepeda yang memang dari dulu sudah langganan parkir disana.

Demi menjaga stabilitas keuangan, agar tak terjadi defisit diakhir bulan, berdesak desakan sebentar rasanya tak akan membuat badan pagal, toh disitulah seninya….
Tunggu apa lagi, mari ramai ramai kunjungi Pasar Recok… !

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dinny.blogsome.com/2008/02/11/pasar-recok/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ben de Groot